Tags

, ,

“Kematian adalah realitas yang jelas dan mudah diterima logika, tapi juga yang paling sering terlupakan dan terabaikan.”

Islamic Center of Quebec

Islamic Center of Quebec

Montreal, 30 Juni 2017. Kemarin, Islamic Center of Quebec (Masjid Khalid bin Walid) melakukan shalat jenazah untuk 3 muslim, salah satunya masih sangat muda. Sebelumnya, pemuda yang aktif dalam memakmurkan masjid tersebut, masih menjalani Ramadhan bersama, shalat ied, dan kerja setelahnya seperti biasa.

Dengan mengangkat kisah tersebut, ada beberapa pesan yang ingin disampaikan pada tausyiah menjelang jumatan. Pertama, lanjutkan kebiasaan baik beribadah selama Ramadhan: shalat malam, tilawah, infak dan sebagainya. Jangan tunggu Ramadhan berikutnya untuk kembali rajin ibadah. Kenapa? Yes, you got the answer right!

Kedua, lakukan amalan unggulan dengan konsisten walaupun terlihat sederhana dan tidak langsung terlihat hasilnya. Masjid Khalid bin Walid ini dulunya dinisiasi pada tahun 90. Ketika itu berawal dari sewa tempat untuk kegiatan taraweh saat Ramadhan. Kemudian berlanjut untuk jumatan. Lama kelamaan bisa fundraising dan terus berkembang sehingga tidak hanya jadi satu masjid ini, tapi juga memberi inspirasi untuk pembangunan masjid-masjid lainnya di Montreal.

Pemuda yang kemaren meninggal itu aktif dalam memakmurkan masjid di Montreal. Jangan pandang bulu. Perlakukan semua masjid seperti masjid kita sendiri. Bantu jika ada kebutuhan baik moril maupun materiil. Saudara kita tersebut meninggal di usia muda. Tapi kita semua tahu setiap orang yang berkontribusi membangun masjid akan mendapat pahala dari setiap ibadah muslim lainnya di masjid tersebut. Semoga Allah merahmati beliau dengan amalan unggulan tersebut.

ICQ Expansion Project

ICQ Expansion Project

Banyak orang besar yang menjadikan kematian sebagai motivasi atau sugesti untuk mengeluarkan amalan dan karya terbaik mereka. Teladan kita Rasulullah saw. bersabda “Beribadahlah seolah-olah kalian akan mati besok”. Steve Jobs selama 33 tahun terakhir menginternalisasi diri setiap hari di depan kaca “If today were the last day of my life, would I want to do what I’m about to do today”.

Kita semua tahu bahwa suatu saat kita akan mati. Tapi cara kita hidup seolah-olah menegaskan klo kematian itu tidak akan datang. Kita banyak menyia-nyiakan (atau menunda-nunda) peluang dan potensi untuk memberikan yang terbaik, baik itu dalam ibadah ritual maupun kontribusi dunia profesional. Sholat sulit khusyu’ (kadang autopilot) sekedar menggugurkan kewajiban, keluarga kurang diperhatikan sekedar memenuhi kewajiban materi, publish research paper ga peduli berguna apa ga sekedar… ya you know lah.

Namun, fakta bahwa nafas masih berhembus adalah tanda bahwa Allah masih memberi kesempatan untuk berbenah. Stop producing craps. Lets do not delay to give our best. May Allah grants us with excellences in many area of life.

Montreal, Canada – 30 Juni 2017