BBQ, Team Building UQISA (PPI UQ), dan bermain pasir di SouthBank.

BBQ, Team Building UQISA (PPI UQ), dan bermain pasir di SouthBank.

Kalau Singapore beli tanah dari Indonesia untuk membuat pulau buatan Sentosa yang saat ini jadi host untuk beberapa Resort World seperti Universal Studio, Brisbane punya pantai buatan di tengah kota yang terkenal dengan nama SouthBank. Tempatnya asik karena banyak fasilitas seperti bbq, pantai, kolam renang, wahana permainan air, dsb. Semua fasilitas tersebut gratis dan terbuka untuk umum. Jadilah SouthBank salah satu site favorit di Brisbane..

Hawa di Brisbane saat summer lumayan panas walau tidak sepanas di Jeddah dulu. Alhamdulillah, saat musim liburan akhir tahun ini beberapa kali turun hujan, bahkan ada yang seharian. Jadi, hawanya sangat sejuk, seperti musim dingin, nyaman untuk jalan-jalan..

Jumat 25 Des 2015 saya ajak fikri dan bundanya ke SouthBank. Naik citycat (ferry) dari UQ (kampus saya) turun di SouthBank – satu stasiun sebelum QUT (kampus bundanya). Brisbane memang well-connected dan nyaman dijelajahi baik via bus, train, maupun ferry. Kalau lagi santai liburan begini, memang enaknya naik ferry..

Saya pikir natal pagi hari bakalan sepi, ternyata lumayan ramai juga. Tengah hari kita selesai main-main dan balik lagi naik ferry ke UQ. Walau hari libur, sholat jumat tetap diadakan seperti biasa jam 13 di multi-faith building..

Saya selalu suka dengan khutbah jumat di UQ. Penyampaiannya cair khas anak muda, topiknya bagus, dan materinya selalu coba direlevansikan dengan kondisi terkini. Yang menyampaikan lebih sering teman-teman mahasiswa UQ sendiri. Hebat mereka, saya berdoa suatu saat bisa seperti mereka, punya ilmu agama yang dalam dan skill komunikasi yang bagus..

Life & Exam

Khutbah jumat kali ini lebih ke arah tazkiyatun nafs (pensucian jiwa) namun bagi sebagian besar jamaah (termasuk saya) ada beberapa bagian yang agak painful. Oia, momen saat ini adalah graduation (wisuda),  dan juga perayaan / pengucapan selamat untuk hari-hari khusus..

Jadi, khotib mengibaratkan hidup yang ‘hanya’ sekian puluh tahun di dunia untuk menentukan nasib kita yang abadi di akhirat (i.e surga atau neraka), diumpamakan seperti short exam beberapa jam untuk mendapatkan degree akademik yang akan kita gunakan seumur hidup..

Untuk dapat lulus pada final exam, tentunya kita harus memberikan jawaban yang tepat sesuai dengan petunjuk ujian dan soal yang diberikan. Waktu kita terbatas demikian juga ruang untuk menuliskan jawaban. Oleh sebab itu, kita tidak akan membuang waktu untuk menuliskan jawaban diluar apa yang diminta. Mensana in corpore sano – soal bertanya ke sana Anda jawab ke sono. Karena kita faham, grade akan diberikan untuk jawaban yang meng-address pertanyaan..

Lalu bagaimana jika kita ingin lulus ujian hidup supaya Allah ridho dan kita mendapat tempat terbaik di akhirat kelak? Ya tentunya kita baca ‘petunjuk ujian’ yang telah ada pada Al Quran dan Sunnah. Apa saja perintah yang harus kita selesaikan dan larangan yang harus kita tinggalkan selama periode ujian ini..

Jangan sampai kita terlalaikan dengan sibuk mengerjakan yang sia-sia (tidak diminta) sehingga kita tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan apa yang diperintahkan. Ujian hidup ini lebih menantang dari ujian akademik karena kita tidak tahu pasti waktu selesainya. Anda mengira bisa hidup sampai beberapa puluh tahun lagi tapi siapa yang bisa menjamin hari esok masih ada untuk Anda?..

Ada beberapa contoh menarik. Misalnya [1] perintah menikah. Ada banyak ibadah dan keberkahan didalamnya yang mendatangkan Ridho Allah. Jangan sampai yang diperintahkan adalah menikah tapi yang dikerjakan adalah pacaran dengan berbagai dalih. Bahkan sampai bertahun-tahun apalagi kalau na’udzubillahi min dzalik kumpul kebo (free sex) mengikuti gaya hidup kaum lain..

Contoh lain misalnya [2] perintah haji. Seperti halnya rukun Islam yang lain, haji itu wajib bagi yang mampu. Jangan sampai sudah diberikan kemampuan (fisik, materi, dsb.) malah tidak berusaha untuk menunaikan ibadah ini – dengan berbagai dalih. Misalnya, merasa belum punya uang padahal aset yang dimiliki berkali-kali lipat dari biaya naik haji. Ciri keberkahan rizky adalah ketika mendekatkan kita kepada Allah, bukan sebaliknya – melalaikan..

Hal yang dikhawatirkan adalah jika waktu ‘ujian hidup’ tiba-tiba selesai, ada ‘soal-soal ujian’ yang belum kita jawab. Padalah selama ujian, kita punya kemampuan dan kesempatan untuk menjawabnya. Jika final exam di kuliah waktunya sudah habis dan kita menyadari banyak soal yang belum dijawab, apakah yakin kita akan lulus? Wong dijawab semua saja kita masih deg-degan apakah jawaban kita benar dan diterima atau tidak..

Ada satu contoh perintah lain yang disampaikan dalam khutbah jumat itu. Namun ini sangat sensitif, painful bagi banyak orang dan saya belum berani untuk menuliskannya. Yah, intinya kita harus banyak mendalami ilmu lagi. Karena memang beribadah itu bukan tergantung apa yang menurut kita baik tapi apa yang benar menurut Al Quran dan Sunnah. Wallau a’lam.. 

More:

http://www.visitbrisbane.com.au/south-bank